0

Sorry, Save Template Error

{ }
Beberapa hari ini saya asyik mengotak atik template blogger. Maklum, newbie. Niatnya sih biar keliatan sedikit keren. Setelah mencoba berulang dan berhasil, 2 hari kemarin nemu kejadian aneh. Blogger tidak mau menyimpan template import yang ada kode berikut :


<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<b:loop values='data:post.labels' var='label'>
<b:if cond='data:label.isLast == &quot;true&quot;'>
<b:if cond='data:label.name != &quot;Puisi&quot;'>
<aexpr:href='data:post.url'>..more..</a>
</b:if>
</b:if>
</b:loop>
</b:if><br>

Sebelumnya sih lancar - lancar saja. Kode tsb niatnya buat looping label agar label tertentu tidak harus menampilkan 'read more' soalnya cuman postingan singkat. Akhirnya terpaksa dihilangkan untuk blog - blog yang lain. Saat laporan ke mbah google ternyata ada juga yang mengalami kesalahan dengan kode error yang sama, dan di hari itu juga, bukan di hari lain. Mungkin hanya hari itu, belum saya coba lagi.

Ok, sementara ini lagi asyik maen template jadi postingannya nggak jauh - jauh dari itu.
1

Blog Sebagai Media Publikasi Online

{ }
Blog adalah alat publikasi online yang pada awalnya berfungsi sebagai catatan sederhana kegiatan yang terurut waktu. Yang khas dari blog adalah informasinya yang terurut waktu dan tersedianya ruang untuk berkomentar. Mesin blog sendiri ada bermacam - macam. Yang paling terkenal saat ini adalah blog berbasis blogspot/blogger dan blog berbasis wordpress. Keduanya bisa dimanfaatkan dengan gratis.


Kelebihan blogger blogspot adalah kemudahannya. Dengan blogspot, anda bisa membuat beragam blog dengan cepat dan mudah. Antarmuka yang berbahasa indonesia membuatnya lebih mudah lagi. Anda yang ingin mendapat uang darinternet juga dipermudah dengan integrasi google adsense di dalamnya. Dengan blogspot, praktis anda hanya perlu memikirkan konten/isi blog. Tentang tampilan, ada beragam theme/ template gratis yang tersedia di Internet. Blogspot adalah rekomendasi saya jika anda ingin memulai membuat blog.

Wordpress adalah pilihan selanjutnya. Kelebihan wordpress selain kemudahan juga karena ia gratis, termasuk source kodenya. Dengan wordpress, anda bisa memilih host di mana anda ingin menempatkan blog anda. Untuk yang tidak ingin repot, wordpress juga menyediakan layanan gratisnya di wordpress.com. Seperti halnya blogger blogspot, wordpresspun menyediakan aneka template gratis untuk mempercantik tampilan blog. Jika anda sudah mulai terbiasa blogging, mencoba wordpress adalah rekomendasi saya. Untuk lebih professional dalam publikasi, memilih mesin yang benar - benar anda dapatkan berikut source codenya adalah pilihan yang bijaksana.
0

Etalase Maya : Belajar dari distribusi online

{ }
Distribusi produk melalui internet rasanya memang tidak familiar, namun itu terjadi dan membuat distributornya menjadi perusahaan yang paling besar di Internet. Distributor itu bernama Google dan produk yang didistribusikan adalah informasi dalam bentuk iklan. Hal yang paling menarik dari distribusi ini adalah distributornya mengemas sekumpulan produk dalam sebuah etalase maya bernama Google adsense. Nah, nama google adsense menjadi begitu terkenalnya hingga lebih terkenal dibanding produk yang diiklankan itu sendiri. Sudah dapat gambaran umumnya? Poin terpenting di sini ada di Etalase maya.

Saat ini, waralaba kelontong atau lebih dikenal dengan franchise minimarket begitu marak hingga tersebar hingga ke pelosok - pelosok kabupaten. Perkembangannya nyata dan masyarakat mulai merasakan beragam kelebihannya dibanding toko - toko kelontong biasa. 2 waralaba retail yang paling banyak berkembang saat ini adalah alfamart dan indomaret. Jika dianalogikan dengan internet, waralaba kelontong ini seperti halnya blog wordpress dan blogger. Penggunanya memiliki alamat berbeda - beda namun memiliki basis domain yang sama, kalau bukan wordpress ya blogspot. Jika diibaratkan outlet/rumah, maka kedua platform tersebut bisa dibilang Outlet/rumah maya.

Kaitan branded outlet maya dan branded outlet nyata sudah ada, dan keduanya memberikan arti besar dalam hal penyebaran 'produk - produknya' masing - masing. Dari sisi finansial sudah bisa kita lihat berapa banyak uang yang berputar di sana. Banyak sekali. Kita permudah dalam list saja hubungan maya-nyata tersebut untuk mempermudah penggambaran :

Outlet :
Wordpress :: Alfamart--> Sukses
Blogger :: Indomaret--> Sukses

Etalase :
Adsense :: ???? --> Super Sukses

Nah, sekarang mari kita fokus kembali ke etalase maya. Sudah adakah branded etalase nyata? Belum ada. Padahal, etalase maya - adsense- merupakan sumber uang terbesar Google. Bagaimana kalau kita coba membuat sebuah branded etalase nyata? Ini masih dalam tataran wacana, dan karena saya yang buat ya akan saya kasih nama seenak saya sendiri.

Adsense :: BoedyBox --> Halah...,narsis (*o*)

Copy paste konsep Google adsense, maka Boedybox ini akan ditawarkan untuk ditempatkan di beragam toko. Produk yang diisikan di boedybox berbeda - beda tergantung keinginan mitra, yang jelas, Boedybox harus sudah terafiliasi dengan grosir/ supermarket besar dengan harga yang murah. Saatnya distributor memiliki brand sendiri (sementara ini brand yang umum adalah Cik ini, Cik itu, atau Koh anu,...hayyaa...)

Baiklah, untuk sementara itu dulu ide tentang etalase Boedybox mengingat posting sudah terlalu panjang. Untuk lebih jelas mengenai strategi pemasaran Boedybox akan dibahas di posting mendatang.
0

Corporate Blog : Efektifkah?

{ }
Blog sebagai sarana publikasi sekaligus sosialisasi merupakan media yang menarik untuk dibahas dalam kaitannya dengan dunia bisnis. Wacana tentang corporate blog sudah dibahas di mana - mana, namun tidak ada salahnya jika kita menambahkan satu lagi tulisan untuk melihat perspektif lain dari blog corporate itu sendiri. Sebenarnya, apa sih nilai lebih blog untuk corporate? Mari kita bahas dari beberapa sudut pandang

Sebagai konsumen
Dengan adanya blog corporate, maka konsumen bisa mendapat informasi baru dengan lebih cepat dan non formal tanpa terlalu banyak birokrasi yang berbelit. Konsumen juga bisa menyuarakan idenya untuk perusahaan dengan lebih mudah, sukur - sukur langsung mendapat tanggapan. Selain itu, konsumen juga lebih mudah untuk menyuarakan keluhan mengenai produk untuk mendapat jawaban langsung dari pihak perusahaan. Dengan adanya blog perusahaan, konsumen menjadi pihak yang sangat diuntungkan. Plus 1 untuk konsumen.

Sebagai produsen/perusahaan
Dari sisi perusahaan, blog bisa difungsikan untuk publikasi cepat dan respon langsung dari konsumen - konsumennya. Blog merupakan media informasi 2 arah, sehingga informasi yang masuk berasal dari internal perusahaan dan external perusahaan. Dengan adanya 2 sumber informasi tersebut, maka dampak yang ditimbulkan bisa positif bisa negatif. Ada plus 1, ada minus 1. Untuk beroperasinya blog, tentu ada biaya dan waktu tambahan yang harus dialokasikan mengingat core bisnis & basis konsumennya bukan pengguna internet semata. Untuk ini, ada 1 minus tambahan bagi perusahaan, yaitu biaya. Plus 1, minus 2.

Sebagai konsultan web/blog
Sebagai konsultan, maka tugasnya adalah memaintain sekaligus memaksimalkan blog corporate kliennya agar memberikan hasil maksimal. Bagi perusahaan, biaya konsultan adalah pengeluaran. Expense. Namun bagi konsultan, ini pemasukan. Plus 1 untuk konsultan.

Mengapa dengan banyaknya dukungan terhadap adanya blog corporate belum banyak perusahaan yang mau mengaplikasikannya?
Masalahnya sebenarnya adalah pada sebaran plus - minus yang tidak memihak perusahaan. Sejujurnya saja, pendukung - pendukung adanya blog corporate adalah konsumen dan konsultan yang notabene memang mendapat poin plusnya. Bandingkan jika dipandang dari pihak perusahaan. Antara plus dan minusnya lebih banyak minusnya.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa masih ada perusahaan yang membuat corporate blog?
Pertanyaan ini tentu tidak akan jauh - jauh jawabannya. Perusahaan yang mengaplikasikan blog corporate biasanya memang berkecimpung dalam perkomputeran/perinternetan dengan SDM yang memang ahli di bidang tersebut. Ada 1 poin minus yang bisa dihilangkan yaitu biaya setup + konsultan. Selain itu, bidang komputer/internet memang relevan jika publikasinyapun lewat internet. Tepat segmen, sehingga transfer informasinyapun maksimal.

Dengan melihat gambaran di atas, masih cukup layakkah corporate blog diaplikasikan untuk mayoritas perusahaan? Saya pikir tidak. Jika kita sebagai penggiat internet tetap berusaha untuk 'menjual' produk tersebut, rasanya akan terlalu boros. Bukan boros uang secara langsung, tapi boros waktu. Berhubung waktu adalah uang, lebih baik fokuskan waktu dan pikiran ke 'dagangan' yang lain saja dengan kans sukses lebih besar. Masih banyak yang bisa digali dari internet.
11

Branding web : paradigma monetisasi

{ }
Lebih jauh mengupas tulisan sebelumnya, bahwa branding merupakan salah satu cara monetisasi suatu situs dimana korelasi iklan menjadi penjualan tidak lagi relevan untuk menjadi landasan sukses tidaknya misi yang diemban. Branding tidak sama dengan sekedar iklan. Dalam kaitannya dengan web, branding bisa dilakukan untuk membentuk awareness atau untuk meng-image kan diri/pencitraan brand. Untuk lebih jelasnya mengenai branding web, iklan, dan pernak - pernik potensi monetisasinya, mari kita simak yang berikut :

Branding web untuk pencitraan
Branding ini punya tujuan agar citra produk tersampaikan ke masyarakat dengan cara mengasosiasikan brand dengan web yang sesuai. Sebuah perusahaan jamu yang ingin image brandnya sebagai produk yang alami tersampaikan via website, ia akan memilih web dengan materi yang serupa, misalkan saja tanaman obat, anti global warming, atau yang semacamnya dimana faktor image 'alami' terasosiasikan. Langkah lanjut baru melihat traffic dari web - web yang ditarget, mana yang trafficnya paling tinggi. Jadi, traffic ada di prioritas ke 2 setelah kecocokan materi. Web tidak difungsikan untuk berjualan atau menawarkan produk, tapi untuk pencitraan, jadi tidak ada istilah konversi dari branding menjadi penjualan karena memang tidak relevan untuk web tersebut jika ditilik dari fungsinya.

Branding web untuk awareness
Branding ini punya tujuan agar brand terpatri di benak masyarakat, atau dalam kata lain agar eksistensi produk disadari oleh masyarakat. Untuk awareness, maka traffic menjadi kriteria terpenting. Makin tinggi traffic, kemungkinan awareness yang ditimbulkan juga makin tinggi. Kesesuaian materi web menjadi nomor dua. Web yang dibranding tidak lantas dinilai secara langsung berapa penjualan yg terjadi di situ karena memang web difungsikan untuk awareness, bukan untuk berjualan.

Web untuk penawaran/iklan penjualan
Nah, kalau yang ini sudah merupakan hal umum di dunia perinternetan dimana iklan penawaran disisipkan untuk memonetisasi web/blog. Karena bukan branding, web tidak harus dibuat bernuansa produk/brand. Asalkan pengunjung tahu apa yang ditawarkan, itu sudah lebih dari cukup. Iklan penawaran bisa bermacam - macam, dari iklan baris hingga gambar - gambar, namun yang pasti, kriteria sukses atau tidaknya teramat jelas. Jumlah produk terjual.

Jika sebuah web bertrafik tinggi hanya berpatokan pada menjual iklan untuk monetisasi, ia bisa dengan mudah gugur saat dihadapkan pada kenyataan bahwa iklan yang ia tampilkan tidak banyak terkonversi menjadi penjualan karena pengunjung yang rutin datang memang bukan dalam rangka belanja. Anda bisa bayangkan, berapa banyak sih pengguna twitter yang sign in karena 'ingin mencari produk tertentu' atau ingin belanja? Saya yakin jumlahnya sangat - sangat sedikit. Web semacam twitter tidak cukup layak untuk menawarkan produk, tapi untuk branding dalam rangka peningkatan awareness, amat sangat layak.

Kembali lagi ke branding. Mengapa web yang dibranding tidak bisa dinilai keberhasilannya melalui jumlah produk terjual? Karena memang antara branding dan iklan penjualan itu tidak sama. Membandingkan keduanya seperti membandingkan tugu perempatan jalan yang dibranding dengan sebuah minimarket yang memajang iklan potongan harga suatu produk. Tugu tidak akan pernah menang dalam hal penjualan, meski begitu, biaya untuk brandingnya bisa sangat mahal.

Dengan branding, penggiat web memiliki paradigma baru terhadap webnya. Tidak lagi ibarat toko, tapi bisa pula berfungsi sebagai tugu/billboard. Mungkin dengan paradigma branding ini pula para pengiklan bisa tertarik dan mulai melirik situs - situs ramai yang kesulitan monetisasi seperti halnya twitter. Web Twitter-like bisa saja bilang, kita nggak butuh pengiklan, kita butuh "Pembranding".
0

Sora-kun : Menganalisa Dengan Logika

{ }
Usianya masih muda, namun cara berfikirnya sangat dewasa. Biasanya usia secara linier memberikan kontribusi besar dalam pola pikir, meski tidak selalu. Blog Sora9n bisa jadi contoh yang bagus bagaimana sebuah alur logika dibangun untuk mengetengahkan suatu opini dengan sangat baik. Memang tidak semua isi blognya seperti itu, wajar mengingat blog adalah personal, menulis apa yang ingin ditulis. Namun untuk kategori - kategori tertentu tulisannya bisa menjadi rujukan cara penulisan dan penjabaran suatu subject dengan mengunakan logika yang benar.

Memang tidak ada ruginya blog walking. Selalu saja menemukan tulisan - tulisan bagus yang menambah wawasan. Sesi memperkaya ilmu sukses hari ini..., dan sebagai tambahan, blog - blog di komunitas si sora-kun ini nggak kalah bagusnya lho. Salut buat mereka.
2

Exploitasi web 2.0

{ }
Saat uang yang berputar teralokasikan secara berlebihan kepada bisnis - bisnis penunjang, maka dalam jangka panjang akan terlihat ketimpangannya. Setiap saat, gempa finansial terjadi dan semua yang terlibat akan berhitung fundamental bisnis dan mengevaluasinya. Pada akhirnya, uang akan kembali dalam perimbangan dimana sektor - sektor riil tertentu tetap solid dan memberikan hasil nyata sementara sektor penunjangnya sebagian besar berguguran.

Saat sektor produksi riil penopang kebutuhan primer memberikan kontribusi optimal, mendapat support & penghasilan yang layak untuk perputaran hidup dan peradaban, maka sektor lain sebagai penunjang dari sektor tersebut baru mendapat bagiannya. Tentu ini tidak dilihat secara linier atau naratif seakan semua gerak perekonomian tersebut baru akan berjalan, namun sekedar mengembalikan pada gambaran besar bahwa sepenting apapun suatu bisnis, selama tidak secara langsung memberikan 'rasa kenyang perut' maka pada dasarnya penghasilan besar yang kita terima bersandar pada "penting" yang semu.

Inefisiensi waktu untuk internet dan optimisme berlebih nampaknya mulai menjadikan internet sebagai ranah pemubaziran dalam banyak hal. Tidak sekedar biaya, tapi juga waktu dan fikiran yang seharusnya dapat dialokasikan secara produktif di sektor lain. Teknologi Informasi yang terus berkembang tidak secara nyata memberikan dampak positif dalam perekonomian dan produktifitas manusia jika dipandang secara general. Sebagai penggiat - penggiat internet, prinsip 'darimana uang internet berasal' harus dikedepankan agar uang tersebut tidak hilang hanya karena kita terlalu giat mengajak semua orang/perusahaan untuk terjun dan berkecimpung dalam industri internet yang sebenarnya merupakan industri penunjang.

Hal yang saya kurang setuju dalam perkembangan internet saat ini adalah ekspektasi dan kampanye berlebih terhadap Web 2.0 dan sisi positifnya. Saya melihat bahwa era web 2.0 dengan informasi 2 arahnya berkembang menjadi candu yang diedarkan kemana-mana dimana sisi manusiawi kita sebagai makluk sosial diexploitasi secara berlebihan. Booming di sini bisa berarti drop alokasi waktu di sektor produktif lain. Banyak orang mulai kehilangan waktu produktif dan waktu istirahat karena kecanduan. Anda yang suka blogwalking dan membaca tulisan ini bisa jadi salah satunya. Berani ngaku? Itu baru blog, belum microblogging atau social app yang lebih addicted.

Be wise gentlemen, jangan sampai Industri lain sebagai sumber uang penyuplai Industri Internet yg kita geluti ini tergerus karena tidak optimal menjalankan fungsinya akibat trend internet yang kita kembangkan.
6

Branding Website

{ }
Sebuah produsen rokok rela mengeluarkan dana puluhan juta rupiah untuk menciptakan nuansa produk perusahaan tersebut di suatu kafe kelas atas. Apakah kafe tersebut luar biasa ramai? Nggak juga. Apakah produk yang dijual di kafe tersebut hanya produk dari perusahaan rokok tersebut? Tidak, produk lain juga ada. Apakah tidak ada iklan lain? Ada juga, meski bukan produk sejenis. Jadi, mengapa produsen tersebut rela mengeluarkan uang sedemikian banyak?

Jawabannya adalah image. Untuk menciptakan image rokok kelas atas, maka branding dilakukan di kafe kelas atas dengan pengunjung konsumen kelas atas. Dengan adanya branding di tempat - tempat yang relevan, maka image produk akan terbentuk dan berkesesuaian. Meski produk rokok tersebut didistribusikan ke outlet apapun, entah itu di resto hotel kelas atas ataupun rombong pinggir jalan, kesan high class -nya tetap terasa. Ini adalah branding untuk membentuk image.

Ada lagi contoh lain, masih dengan perusahaan rokok. Perusahaan menempelkan poster produknya di sepanjang jalan, mulai dari warung kelontong, warung makan, dinding pagar, dan beraneka ragam tempat lain. Apakah poster langsung menimbulkan minat untuk membeli? Nggak juga, kadang malah nggak terlalu keliatan kalau itu poster rokok. Yang dicari sebenarnya hanyalah awareness dari orang - orang yang berlalu lalang di jalan tersebut. Traffic & visibility yang utama.

Melihat 2 contoh di atas, sebenarnya cara yang sama bisa diaplikasikan dalam monetisasi website. Website yang trafficnya tidak terlalu tinggi tapi memiliki materi spesifik bisa menggunakan contoh yang pertama, yaitu branding untuk image, sedang website dengan materi beragam dan traffic tinggi bisa menggunakan cara yang kedua, yaitu branding untuk menciptakan awareness.

Yang perlu diingat adalah, branding tidak sama dengan iklan baris/text adv atau sekedar gambar. Branding itu penuh dan mampu menciptakan nuansa khas dari brand yang diwakili. Lantas bagaimana cara membranding sebuah website? Caranya melalui theme atau skin, dimana warna, jenis font, dan pernak perniknya disesuaikan dengan brand yang diwakili. Jika wordpress atau blogspot bisa beraneka theme, maka website apapun tentunya bisa. Nah, siapkah website anda dibranding? Sudah cukup layakkah?

Notes : Situs - situs traffic tinggi namun sulit mendapatkan iklan bisa melakukan cara ini. Tentu saja situs tersebut harus rela nuansanya disesuaikan dengan nuansa produk yg diwakili. bagaimana menurut anda jika twitter, lintas berita, atau plurk bernuansa Coca-cola? Cukup menarik bukan?
 
poside by budityas |n|e