Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts
3

Grosir sembako : Optimasi belanja

{ , , }
Seorang rekan pembaca blog bertanya tentang cara menghemat ongkos transport agar kita bisa menjual barang lebih murah sehingga lebih kompetitif. Saya jadi teringat waktu awal memulai buka toko. Saat itu, saya harus bolak balik belanja dagangan di kota dengan beragam kendala, mulai kehujanan (saat naik motor), mogok di jalan (waktu naik mobil), dan sebagainya. Ada saja masalah yang dihadapi, tapi karena sudah niat, ya ada saja solusinya.
1

Karakter Khas Seorang Pemimpin

{ , }
Dalam suatu kelompok yang memiliki tujuan, hampir bisa dipastikan ada yang menggerakkan dan bertindak sebagai pimpinan/leader. Diluar baik/buruk kepribadian ataupun tujuannya, seorang pemimpin mempunyai karakteristik tertentu yang membuatnya diikuti/punya pengikut. Seorang pemimpin negara atau gembong perampok punya kesamaan hingga mereka menjadi pemimpin. Kesamaan itu khas, dan jika disarikan, ada 3 hal yang khas ada pada seorang pemimpin.
1

Marketing atau Pemasaran Dalam Pemahaman Yang Sederhana

{ , }
Marketing/pemasaran gampangnya adalah suatu mekanisme untuk membuat produk/jasa diterima di pasaran. Konsumennya terus menerus membeli, dan reselernya terus menerus menjual. Mau diistilahkan dan didefinisikan seintelek apapun, intinya ya cuman itu, nggak lebih. Untuk mencapai hal di atas memang tidak mudah dan tiap produk/jasa punya pendekatan yang berbeda - beda, sehingga ilmu di bidang ini jadi sangat kaya dan beragam.
7

Memulai Grosir Kelontong - Sembako Dengan Modal Kecil

{ , , , }
Memulai dari yang kecil dengan modal terbatas menuntut kita untuk lebih jeli, lebih tangguh, dan lebih cerdik agar bisa berkembang. Memulai dari bawah membuat kita lebih waspada dan berhati - hati. Memulai dari yang kecil, dari bawah, bukanlah hambatan, tapi tantangan. Berikut ini adalah langkah - langkah yang bisa dilakukan jika memang budget yang ada terbatas :
1

Menilai Diri Secara Proporsional

{ }
Seringkali kita dibuai oleh fakta - fakta yang membangkitkan semangat. Seorang yang DO dari universitas jadi orang terkaya dunia, lulusan SMP bisa jadi milyarder, tanpa modal bisa jadi pengusaha besar, dan sebagainya. Semua itu memang nyata, bukan fiksi, namun seringkali, demi motivasi, faktor2 pendukung lain yang sebenarnya punya pengaruh besar acap terabaikan, atau seringkali dikesampingkan untuk membuat semangat kita yg punya faktor minus (DO, berpendidikan rendah, kurang modal, dlsb) membuncah dan berujung pada penilaian diri yang terlalu tinggi.
4

Strategi Kontra Minimarket Kapitalis

{ , }
Beberapa waktu lalu saya mendengar akan didirikannya outlet dari salah satu jaringan minimarket nasional. Outlet tersebut letaknya bukan di ibukota kabupaten, bukan di ibukota kecamatan, tapi di sebuah desa. Sepermisif2nya saya, tetap saja saya menganggap ini sudah keterlaluan. Toko2 di suatu desa rata2 kecil, jumlahnya banyak, dan fungsinya untuk mencari makan, bukan untuk menambah kekayaan. Mendirikan outlet penambah kekayaan dgn potensi membuat banyak orang kehilangan penghidupan rasanya sungguh tidak bermoral.
7

Top White Coffie, Membuat Persaingan White Coffie Makin Panas

{ , , }
Baru - baru ini, wings meluncurkan produk baru yaitu Top White Coffee. Seperti halnya produk - produk kopi dari wings yang hadir sebelumnya, iapun dijual  2 gratis 1. Untuk lebih menarik reseller, setiap karton bonus 4 buah gelas dan ada gosok - gosok berhadiah di kardusnya Selain itu, seperti halnya semua produk wings, produk inipun dijual dengan sistem tempo.

2

Mengapa Iklan TV itu Penting?

{ , , }
Di era yang serba modern ini, dengan kemudahan akses internet, dengan makin maraknya mekanisme komunikasi dua arah yang makin mudah dan hemat via social media, mengapa perusahaan masih perlu iklan TV mahal untuk menjangkau audiennya? Pertanyaan ini seringkali muncul karena porsi iklan TV masih saja besar dan menguras dana perusahaan.

Dalam opini saya, iklan TV masih punya peran sentral karena hal - hal berikut :
  • Audien luas/nasional
  • Audien mendapat materi informasi yang sama dan serentak.
  • Rentang tayang terkontrol
1

Jenis - jenis Promo dan Siapa Sasarannya

{ , , , }
Promosi, terkait suatu produk,  itu ada bermacam macam dan fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan bottle neck dalam arus penjualan suatu produk. Untuk melihat dimana bottle neck itu sendiri, suatu perusahaan perlu tahu letaknya dimana karena sebuah strategi pemasaran yang dirancang dengan baik hanya akan berhasil jika didasari oleh sumber data yang akurat. Info lapangan secara langsung itu bisa dari konsumen, pengecer, grosir, dan seterusnya terkait aliran produk dari produsen ke konsumen, atau melalui bantuan data dari pihak ke tiga. Jika kita perhatikan, promo itu bisa dipilah sebagai berikut :
0

Hidup itu Indah

{ , }
Hidup itu indah, semua yang menyangkut hidup itu bisa dilihat dengan cara yang indah. La vita e bella, life is beautiful, mungkin itu salah satu judul film yang bisa menggambarkan bahwa dalam kondisi apapun, hidup bisa dipandang dengan cara yang indah.

1. Mengapa harus mengomel untuk kesalahan yang dilakukan orang lain jika kita bisa menemukan keindahan dalam memperbaiki sesuatu? Kita bisa menghadapinya dengan senyum karena kita menemukan suatu hal dimana kita jadi lebih punya arti.
0

Pengalaman Bekerja Sambil Kuliah

{ , }
Selama kuliah dulu di Jogja, saya punya beberapa pengalaman kerja, dan tentunya saat itu status saya masih mahasiswa, alias bekerja sambil kuliah. Bekerja sambil kuliah atau kuliah sambil bekerja mungkin bukan hal yang langka. Banyak orang yang mengalaminya, dan saya hanyalah salah satunya. Ada banyak sekali kesempatan mendapatkan uang tambahan sebagai seorang mahasiswa, namun, akan lebih bijak jika bisa memilih mana saja tawaran pekerjaan yang dampaknya sesedikit mungkin mengganggu aktifitas kita yang utama, yaitu kuliah. Dari sekian jenis pekerjaan yang pernah saya jalani, berikut beberapa diantaranya :

3

Tantangan Non Teknis Toko Grosir Sembako

{ , , }
Toko grosir sembako yang dikelola secara tradisional dengan team kecil biasanya hanya ada 2 layer jabatan, yaitu pemilik usaha (alias juragan ^_^) dan pekerja/karyawan. Tidak ada departemen atau segala macam divisi. Hanya ada 2 lapis dalam menjalankan bisnis. Dengan team yang kecil, maka kendala non teknis memberi pengaruh besar dalam menjalankan usaha. Diantaranya :
0

Sales Freelance, Kategorisasi dan Cara Kerja

{ , , }
Sales freelance adalah sales yang bebas. Tidak ada yang menggaji, beroperasi dengan modal sendiri, inisiatif sendiri, tanpa ada yang memberikan instruksi/perintah. Semua serba mandiri. Singkatnya, sales freelance adalah seorang wirausaha yang bergerak di bidang selling/menjual. Dalam menjual itu sendiri, pendekatan yang digunakan bisa bervariasi. Ada yang menggunakan pendekatan suply/sumber produk, ada yang menggunakan pendekatan demand/permintaan. Namun tetap ada margin dimana mereka bisa mendapatkan profit untuk setiap produk yang mereka jual.
0

Fatin, Novita, dan Faktor X

{ , }
Semenjak ada yang namanya Indonesian idol dan semacamnya, saya nggak terlalu menganggap acara - acara itu spesial mengingat memang tidak ada penyanyi yang menurut saya sangat spesial. Rata - ratalah, seperti umumnya penyanyi bagus.

Saat tayang x factor Indonesia, pada awalnya sih sama juga, nggak gitu ngeh itu acara apaan. Sampai suatu saat saya liat ada yang nyanyi lagu pumped up kicks. Ini lagu bagus kok saya sampai belum pernah dengar, saya lantas search di youtube. Ternyata, emang versi aslinya kalah jauh dari sisi vocal. Bagusan yang di x factor meskipun ada lupa liriknya segala. Mulai dari situ saya liat klip lagu - lagu x factor Indonesia yang udah tayang,via youtube tentu saja. Memang rata - rata bagus nyayinya, cuman tidak seunik pumped up kicks versi Fatin yang sudah saya dengar. Faktor karakter suara ternyata punya peran sangat besar.
0

Tantangan Toko Sebagai Sebuah Brand

{ , , }

Sebuah toko tentunya mempunyai nama, dan nama mengemban filosofi layaknya sebuah brand. Sebagai pemilik toko,tentunya kita mengharapkan segala hal yang terbaik terkorelasi dengan toko kita, misalkan saja :

Paling ramah
Harga termurah
Layanan cepat
Bersih dan rapi
Lengkap
Dll

Meskipun itu adalah harapan yang wajar, namun dalam pelaksanaannya, menjaganya bukanlah hal yang mudah. Semakin ramai pengunjung, semakin sulit untuk menjaganya, dan pada akhirnya, ada beberapa hal yang perlu menjadi fokus untuk lebih diprioritaskan, tentunya dengan mempertimbangkan tingkat kompetisi yang kita hadapi dan resource yang kita miliki.
2

Soklin Smart 900g, Piringnya Bikin Kecanduan

{ , , }
Dari sekian banyak produk deterjen dari wings, akhir - akhir ini yang cukup booming adalah soklin smart 900g. Bahwa deterjen itu bikin pakaian jadi bersih dan wangi, itu sudah biasa. Yang membuat produk satu ini cukup menggoda adalah piringnya. Sebuah piring keramik cantik terbundling sebagai hadiah langsung untuk pembelian soklin smart 900g.

25

Strategi Mengembangkan Toko Grosir Sembako - Kelontong Baru

{ , , }
Pada prinsipnya, saat membuka toko grosir, kita adalah junior, sementara calon - calon pelanggan kita justru lebih senior, dalam arti, mereka buka lebih dulu dan pernah belanja produk dari toko grosir lain yang lebih senior dibanding kita. Memikat pelanggan toko lain itu banyak caranya, namun bisa dimulai dari yang termudah dulu. Bahwa untuk laris itu kita harus punya produk yang lengkap, layanan menyenangkan, harga paling murah, dan lain sebagainya, itu hanya mudah diucapkan di bibir saja. Semuanya butuh proses, tarik ulur, menyesuaikan situasi dan kondisi, namun yang pasti, kita lakukan dari yang termudah dulu, lainnya sambil jalan.

8

Sarimi Gelas vs Migelas, Indofood vs Mayora

{ , , }
Setelah malang melintang di pasar mie dalam gelas selama bertahun - tahun, akhirnya Migelas punya kompetitor kuat. Baru saja Indofood meluncurkan produk mie dalam gelas melalui brand Sarimi. Sarimi gelas. Ada 3 varian rasa , yaitu ayam, soto, dan kari. Agak aneh juga mengapa yang rasa baso tidak ada, padahal untuk migelas, rasa baso relatif paling laku dibanding varian rasa yang lain. Meski begitu, jika ditilik dari gramatur dan harga, Sarimi gelas jauh lebih unggul. Kalau rasa, masyarakat yang akan menilainya.

6

Floridina, Pulpy Orange dari Wings

{ , }
Dua minggu kemarin saya mencoba produk baru dari Wings. Minuman jeruk segar dengan butiran jeruk, mirip dengan minute maid pulpy. Karena belum tahu rasanya seperti apa, saya hanya minta 20 dus buat coba - coba. Pas barang datang, langsung saya masukkan kulkas biar kerasa segernya. Dan rasanya... ternyata enak sodara - sodara. Butir jeruknya terasa, dan harganya nggak ada separuh dari bandrol harga minute maid pulpy. Prospek nih, saya pikir. Baru 3 hari ada warung eceran langganan udah repeat dan minta 20 dus. Karena stok saya nggak ada ya terpaksa saya minta dia nunggu buat saya orderin ke wings dulu. Sayangnya.... stok dari distributor kosong sodara - sodara. Haduh... padahal lagi seru - serunya.

Kalau dari jenis minumannya, floridina bersaing dengan minute maid pulpy. Tapi kalau dari sisi harga, saingannya adalah mizone, bigcola, dan beberapa merk minuman lain. Dengan harga saat ini, saya lebih menjagokan floridina dibanding yang lain. Mizone distribusinya payah, bigcola susah didapat, bahkan salesnya cenderung mulai main sendiri nyari profit sebanyak - banyaknya, mirip sales aqua/mizone. Sementara produk lain animo konsumennya kurang besar. Yah, mungkin floridina ini bisa jadi kuda hitam di kelas eceran 3000an.
1

Rinso Kilo, Kian Hilang Dari Peredaran

{ , , , }
Sudah lebih tiga bulan semenjak harganya naik, toko saya tidak menjual rinso anti noda versi 900g. Untungnya, yang mencari produk tersebut kian hari kian jarang. Yang tersisa dari merk rinso hanya versi renceng seribuan. Harganya masih kompetitif dibanding para kompetitornya.

Selain kian mahal, produk deterjen bubuk milik unilever itu juga kian jarang muncul di TV. Sayang juga sebenarnya, untuk produk yang masih punya basis pelanggan setia, ia harus keluar dari rentang harga logis untuk terdistribusi secara massal. Attact yang berbandrol lebih mahal, lebih mudah ditemui harga miringnya di pasaran. Dalam arti, attact lebih punya ruang gerak distribusi alami melalui rentang harga tersebut untuk sampai ke outlet - outlet dimana produk tersebut menemukan real customer yang mau membeli di harga eceran standar.

Entah bagaimana kinerja unilever sekarang. Yang saya tahu, beberapa produknya masih jadi idola, namun ada juga yang gagal atau menurun pasarannya, sepert Viso, surf, dan mungkin juga Rinso.
 
poside by budityas |n|e