1

Soklin Smart 900g, Piringnya Bikin Kecanduan

{ , , }
Dari sekian banyak produk deterjen dari wings, akhir - akhir ini yang cukup booming adalah soklin smart 900g. Bahwa deterjen itu bikin pakaian jadi bersih dan wangi, itu sudah biasa. Yang membuat produk satu ini cukup menggoda adalah piringnya. Sebuah piring keramik cantik terbundling sebagai hadiah langsung untuk pembelian soklin smart 900g.

0

Strategi Mengembangkan Toko Grosir Sembako - Kelontong Baru

{ , , }
Pada prinsipnya, saat membuka toko grosir, kita adalah junior, sementara calon - calon pelanggan kita justru lebih senior, dalam arti, mereka buka lebih dulu dan pernah belanja produk dari toko grosir lain yang lebih senior dibanding kita. Memikat pelanggan toko lain itu banyak caranya, namun bisa dimulai dari yang termudah dulu. Bahwa untuk laris itu kita harus punya produk yang lengkap, layanan menyenangkan, harga paling murah, dan lain sebagainya, itu hanya mudah diucapkan di bibir saja. Semuanya butuh proses, tarik ulur, menyesuaikan situasi dan kondisi, namun yang pasti, kita lakukan dari yang termudah dulu, lainnya sambil jalan.

2

Sarimi Gelas vs Migelas, Indofood vs Mayora

{ , , }
Setelah malang melintang di pasar mie dalam gelas selama bertahun - tahun, akhirnya Migelas punya kompetitor kuat. Baru saja Indofood meluncurkan produk mie dalam gelas melalui brand Sarimi. Sarimi gelas. Ada 3 varian rasa , yaitu ayam, soto, dan kari. Agak aneh juga mengapa yang rasa baso tidak ada, padahal untuk migelas, rasa baso relatif paling laku dibanding varian rasa yang lain. Meski begitu, jika ditilik dari gramatur dan harga, Sarimi gelas jauh lebih unggul. Kalau rasa, masyarakat yang akan menilainya.

3

Indomie Goreng Cabe Hijau

{ , , }
Produk mie goreng dari Indofood sebenarnya sudah banyak sekali. Dari indomie goreng biasa, jumbo, versi premium dengan mie keriting, hingga versi pop mie. Itu belum yang diusung merk lain. Sarimi goreng isi 2 misalnya. Setelah sebelumnya muncul indomie goreng rendang, kini muncul satu varian rasa lagi. Indomie goreng cabe hijau.
3

Floridina, Pulpy Orange dari Wings

{ , }
Dua minggu kemarin saya mencoba produk baru dari Wings. Minuman jeruk segar dengan butiran jeruk, mirip dengan minute maid pulpy. Karena belum tahu rasanya seperti apa, saya hanya minta 20 dus buat coba - coba. Pas barang datang, langsung saya masukkan kulkas biar kerasa segernya. Dan rasanya... ternyata enak sodara - sodara. Butir jeruknya terasa, dan harganya nggak ada separuh dari bandrol harga minute maid pulpy. Prospek nih, saya pikir. Baru 3 hari ada warung eceran langganan udah repeat dan minta 20 dus. Karena stok saya nggak ada ya terpaksa saya minta dia nunggu buat saya orderin ke wings dulu. Sayangnya.... stok dari distributor kosong sodara - sodara. Haduh... padahal lagi seru - serunya.

Kalau dari jenis minumannya, floridina bersaing dengan minute maid pulpy. Tapi kalau dari sisi harga, saingannya adalah mizone, bigcola, dan beberapa merk minuman lain. Dengan harga saat ini, saya lebih menjagokan floridina dibanding yang lain. Mizone distribusinya payah, bigcola susah didapat, bahkan salesnya cenderung mulai main sendiri nyari profit sebanyak - banyaknya, mirip sales aqua/mizone. Sementara produk lain animo konsumennya kurang besar. Yah, mungkin floridina ini bisa jadi kuda hitam di kelas eceran 3000an.
1

Rinso Kilo, Kian Hilang Dari Peredaran

{ , , , }
Sudah lebih tiga bulan semenjak harganya naik, toko saya tidak menjual rinso anti noda versi 900g. Untungnya, yang mencari produk tersebut kian hari kian jarang. Yang tersisa dari merk rinso hanya versi renceng seribuan. Harganya masih kompetitif dibanding para kompetitornya.

Selain kian mahal, produk deterjen bubuk milik unilever itu juga kian jarang muncul di TV. Sayang juga sebenarnya, untuk produk yang masih punya basis pelanggan setia, ia harus keluar dari rentang harga logis untuk terdistribusi secara massal. Attact yang berbandrol lebih mahal, lebih mudah ditemui harga miringnya di pasaran. Dalam arti, attact lebih punya ruang gerak distribusi alami melalui rentang harga tersebut untuk sampai ke outlet - outlet dimana produk tersebut menemukan real customer yang mau membeli di harga eceran standar.

Entah bagaimana kinerja unilever sekarang. Yang saya tahu, beberapa produknya masih jadi idola, namun ada juga yang gagal atau menurun pasarannya, sepert Viso, surf, dan mungkin juga Rinso.
10

Bintang Toedjoe, Bejo Yang Masuk Angin

{ , , }
Sebulan ini, iklan bejo masuk angin sering sekali terdengar di radio, juga nongol di TV. Dalam kurun waktu tersebut, tidak ada satupun pengunjung toko saya yang minta produk yang diiklankan. Yang laku masih saja antangin dan tolak angin, bukan yang lain.

Iklan orang bejo, mungkin banyak yang tahu, tapi sejauh ini orang tidak aware dengan produk yang diiklankan, dan tentunya, tidak ada keinginan untuk mencoba. Kalau dipikir - pikir, apa yang diharapkan tim pemasar dari bintang toedjoe dari iklan tersebut? Sebutan bintang toedjoe masuk angin saja sudah terlalu sulit diingat, ditambah lagi dengan iklan yang fokus pada kata 'bejo'. Bejonya sangat diingat, tapi produknya enggak.
8

Big Cola, Saingan Terberat Untuk Coca Cola

{ , , , }
Mungkin sudah banyak dari rekan rekan yang sudah mencoba mengkonsumsi Big cola, minuman ringan berkarbonasi murah dari Aje. Variannya komplit, dari cola, lemon, strawberry, hingga orange. Semua rasa yang ada berkompetisi langsung dengan coca cola dengan variannya sprite dan fanta.

Dengan harga jual eceran hanya 3000 untuk 500ml minuman berkarbonasi siapa yang nggak mau coba, padahal kualitasnya relatif setara. Bisa dibilang Aje big ini sudah mampu menggantikan keberadaan coca cola di banyak lokasi. Di tempat saya misalnya, 650 pak(lusin) Big cola habis dalam 3 hari. Mo order lagi barang udah habis, harus nunggu seminggu lagi. Saat ini inden sudah ratusan pak, barang belum datang. Bisa dibilang, dengan harga jual saat ini, big cola sudah mampu menggantikan coca cola.
 
poside by budityas |n|e