Alkohol Yang Membunuh

Barusan baca berita, di India, pesta miras berujung tewasnya ratusan jiwa tak bersalah. Ternyata minuman beralkohol oplosan tidak hanya di Indonesia. Di India pun ada. Di sini dibiarkan, di sanapun sama. Dibiarkan. Sama - sama makan korban pula. Cara pengurangan jumlah penduduk yang aneh.

Seperti kebanyakan miras, kadar alkohol seringkali menjadi patokan untuk menaikkan nilai jual. Kadar yang tinggi, makin keras, makin cepat bikin mabuk, makin mahal. Rata - rata minuman beralkohol ilegal memang dijual dengan kadar alkohol cukup tinggi. Bahkan ada beberapa peracik yang mencampur alkohol industri ataupun etanol denaturasi untuk meningkatkan kadar alkohol minuman. Tentunya ini sangat berbahaya.

Alkohol yang ada di minuman keras adalah alkohol jenis etanol. Etanol ini bisa diproduksi secara alami dengan cara fermentasi. Minuman yang dijual resmi sumbernya adalah etanol yang dihasilkan dengan cara seperti ini, jadi aman karena yang ada dalam minuman hanya etanol dan air. Untuk kadarnya, jamur ragi secara alami hanya menghasilkan etanol dalam rentang belasan persen. Jika ada minuman keras dengan kadar alkohol di atas itu, berarti ada proses destilasi untuk mengurangi kadar airnya.

Minuman akohol ilegal seringkali diproduksi oleh mereka yang kurang pengetahuan tentang alkohol. Yang penting kadar alkoholnya tinggi dan bisa cepat mabuk, itu yang dicari. Mereka mencampur miras dengan spiritus atau alkohol teknis yang kadar alkoholnya memang sangat tinggi, bisa sampai di atas 90%. Yang mereka tidak tahu adalah kandungan diluar etanol itu sebenarnya adalah racun yang tidak bisa dikonsumsi manusia. Spiritus misalnya. Ia adalah etanol yang sudah ditambah racun dengan sengaja agar tidak digunakan sebagai minuman, karena memang fungsinya bukan untuk itu. Sedang alkohol teknis adalah alkohol hasil proses industri. Disamping etanol, ada zat - zat lain yang terkandung di dalamnya, dan zat kimia inipun bisa berbahaya untuk manusia. Mencampur minuman dengan alkohol jenis ini jelas sangat berbahaya, tapi karena tidak tahu (dan tidak mencari tahu), ya sudah. Musibah untuk yang minum, penjara untuk yang membuat.
Jika anda tertarik dengan artikel – artikel di blog ini, silahkan berlangganan gratis via RSS Feed, atau jika anda lebih suka berlangganan via email, anda bisa mendaftar di Sini.

1 komentar:

yah biar mengurangi jumlah penduduk mas Bud...
#linknya nunut lagi ya :D
## Sriyono Suke

Post a Comment

Untuk lebih mudah berkomentar, pilih opsi Name/Url. Anda tinggal isi nama saja, plus alamat situs jika anda punya blog/website. Ayo berbagi opini.

 
poside by budityas |n|e