Vote Bu Tinah, New7Wonder, dan Komodo Island

Waktu iseng - iseng surfing untuk mencari lokasi - lokasi wisata yang menarik, tidak sengaja saya menemukan iklan adword google yang bunyinya kayak gini : 'Vote Bu Tinah Island. Text "Bu Tinah" send to 3888'. Saya tadinya berfikir ini kerjaan orang iseng yang memanfaatkan voucher google ad untuk mengolok - olok acara New7Wonder, tapi ternyata tidak. Vote Bu Tinah tidak sama dengan vote Pakdhe Karjo, vote mbokdhe Ngatmi, atau vote Yu Narmi. Bu Tinah ternyata nama sebuah pulau di Abu Dhabi, yang juga ikut acara New7Wonder.

Event New7Wonder bisa diibaratkan sebuah pasar, ada keramaian di sana. Terlepas itu pasar resmi atau pasar tiban yang tidak jelas pengelolanya, pada kenyataannya, tetap ada kerumunan di sana yang bisa dimanfaatkan. Memanfaatkan di sini adalah dalam artian yang positif, dimana kita bisa menggali potensi yang ada untuk mendapatkan manfaat yang sebesar - besarnya.

Di Indonesia, hiruk pikuk New7wonder juga terjadi. Sebagian berusaha untuk memanfaatkan momentum yang ada untuk menggali potensi pulau komodo, dan sebagian lagi ramai - ramai membahas tentang pengelola pasarnya, New7wonders Foundation. Pasar tidak resmi, dikelola oleh pengelola yang tidak jelas, tapi ramai. Kita harusnya fokus ke yang mana? Pasar tidak resminya? Pengelolanya? Atau keramaiannya? Bagi saya, yang terpenting adalah keramaiannya dan bagaimana cara untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Tata cara yang berlaku di sebuah pasar adalah hak prerogatif pengelola pasar, entah itu kelompok preman atau lembaga resmi, sama saja. Suka atau tidak, jika ingin memanfaatkan keramaian yang ada, kita yang harus adaptasi dan mengatur strategi. Seperti sudah dirangkum oleh mas Priyadi tentang gameplay N7W (yang dianggap penipuan), berikut ini isinya

1. New7Wonders mendapatkan keuntungan dari pemungutan suara melalui jutaan SMS premium.
2. New7Wonders mengizinkan voting melalui situs web, tetapi hanya mengizinkan satu suara untuk satu email. Pada pemungutan suara melalui SMS, kita bisa melakukannya sebanyak yang kita mau.
3. Pemilih bisa membeli suara dengan cara ‘membeli sertifikat’. Sama dengan SMS, ini bisa dilakukan sebanyak yang kita mau.
4. New7Wonders secara aktif menganjurkan kita dan rakyat di negara-negara lain untuk memilih berdasarkan sentimen nasionalisme.
5. ‘Pemenang’ ditentukan dari jumlah suara yang tentunya berbanding lurus dengan uang yang disetorkan oleh ‘pemenang’ melalui voting SMS.
6. Setoran dari pihak yang ‘kalah’ tentu saja tidak dikembalikan.
7. Selain membuat situs web dan menobatkan ‘pemenang’, praktis pihak New7Wonders tidak melakukan apapun. Seluruh biaya pemasaran ditanggung sepenuhnya oleh kontestan.


Saya pikir cara melihat gameplay seperti diatas cenderung tendensius, mendrive pembaca untuk melihat hanya dari satu sisi saja. Sebenarnya, kita bisa melihat dengan cara yang lebih terbuka.

Untuk point pertama, saya pikir wajar. Keuntungan yang didapat berapa, kita tidak tahu. Sama tidak tahunya dengan berapa keuntungan yang didapat pedagang bakso langganan di lapak samping rumah. Untuk yang anti dengan N7W, dalam bayangannya, mungkin keuntungannya luar biasa besar, tapi sebenarnya belum tentu. Rugi pun bisa.

Poin kedua, SMS bisa sebanyak - banyaknya, sementara email hanya bisa satu kali. Pertanyaannya kemudian, mengapa mengeluh tentang SMS jika bikin email berapapun jumlahnya sebenarnya gratis? Apakah memang bertindak lebih sulit daripada mengeluh? Ya, nampaknya memang begitu.

Point ke tiga, sebenarnya ini hanya berlaku bagi yang fokus ke SMS saja, padahal via email ga bayar kan?

Yang keempat inipun wajar,karena setiap lokasi wisata, letaknya ada di negara tertentu. Jika yang dilombakan adalah ganteng - gantengan pemuka agama, tentu bukan nasionalisme yang terpicu.

Yang nomor lima, lagi, opsi email ditiadakan. Sementara, SMS sendiri sebenarnya adalah faktor kolektif. Tidak serta merta sebuah negara membayar senilai tertentu untuk jadi pemenang. Jika memang benar seperti yang dituduhkan, tentunya JK tidak perlu keluar uang untuk promosi, cukup lobi operator minta jumlah SMS yang dibutuhkan. Yang sebenarnya dicari di sini adalah partisipasi publik, mass awareness, dan SMS adalah media yang paling mudah untuk menjangkau semua orang.

Nomor 6, jika kita sewa los pasar buat dagang, jika rugi apakah uang sewa dikembalikan? Nggak kan? Justru aneh kalau seseorang berfikir pokoknya nggak mau rugi, tapi tidak mau berbuat sesuatu.

Nomor 7, masih sama dengan analogi los pasar di atas. N7W sekedar menyediakan dan mengelola sistemnya, sementara tiap pedagang bersaing antar mereka masing - masing.

Apa yang saya tulis di atas sekedar menyeimbangkan saja, agar kita tidak terpaku hanya pada satu wacana. Semua terserah pada pribadi masing - masing, namun yang jelas, setiap masalah adalah tantangan, dan itu bisa dicari solusinya selama kita fokus pada tujuan kita.


Jika anda tertarik dengan artikel – artikel di blog ini, silahkan berlangganan gratis via RSS Feed, atau jika anda lebih suka berlangganan via email, anda bisa mendaftar di Sini.

4 komentar:

pakaian said...
ijin ahhh berlangganna artikel
Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di blog saya http://ceritaserudewasa.blogspot.com
Pencerah said...
lebih baik vote komodo daripada milih bupati
Seputar Jakarta said...
daripada milih 7 wonder mending milih wonder girl mas Bud...
#I want no body nobody but you... I want no body nobody but you... :D

Post a Comment

Untuk lebih mudah berkomentar, pilih opsi Name/Url. Anda tinggal isi nama saja, plus alamat situs jika anda punya blog/website. Ayo berbagi opini.

 
poside by budityas |n|e