Google Wave : Langkah Strategis Google Membendung Microsoft

Persaingan 2 perusahaan raksasa itu makin panas saja. Setelah Microsoft menantang dominasi search engine Google dengan Bing, tidak lama lagi, aplikasi perkantoran paling terkenal besutan Microsoft juga bisa dinikmati online secara gratis, bersaing head to head dengan Google doc. Ini adalah tantangan beruntun Microsoft secara langsung untuk Google.


Bagi netters yang terbiasa online mungkin lupa apa manfaat sebuah aplikasi bernama Microsoft office. Facebook dan twitter mungkin lebih akrab di telinga. Namun bagi pekerja corporate, Microsoft office adalah vital. Dalam sebuah komunikasi via e-mail, attachment yang paling sering ditemui adalah file buatan software Microsoft tersebut.

Saat ini, umumnya corporate menggunakan email Outlook web, dimana antar personelnya berkolaborasi dan berbagi file melalui attachment. Setiap materi yang dibahas bisa diarsipkan, tidak seperti halnya chat. Kelemahan metode ini adalah ketidak praktisan. Komunikasi bisa diarsipkan, namun attachment perlu didownload untuk bisa ditampilkan. Komunikasipun tidak bisa se realtime chat. Meski cara ini bisa jalan, namun jika ada yang lebih baik, sangat dimungkinkan cara ini akan ditinggalkan.

Google kuat di layanan publik, namun kalah jauh dari Microsoft untuk layanan corporate. Dengan adanya Google wave, Google nampaknya ingin balas menyerang Microsoft di core competensi Microsoft sendiri. Layanan corporate.

Google wave adalah layanan kolaborasi online yang memiliki kemampuan menggabungkan chat dan dokumen secara online - realtime, dan tetap bisa diarsipkan. Ini bisa menggantikan semua layanan corporate Microsoft, mulai dari layanan web mail hingga office. Dengan kemampuan tersebut, komunikasi online baik secara vertikal maupun horisontal dalam sebuah team/hierarki corporate bisa terjembatani tanpa perlu biaya yang mahal. Jika perusahaan - perusahaan besar mengadopsi cara baru ini, bisa dipastikan revenue Microsoft akan terjun bebas.

Ini sekedar prediksi, namun bukan tanpa alasan. Google wave dibuat juga bukan tanpa alasan. Tagline "productivity" yang diemban Google wave berkompetisi head to head kasat mata dengan produk - produk Microsoft. Bukankah Microsoft office juga lekat dengan kata "productivity"?
Jika anda tertarik dengan artikel – artikel di blog ini, silahkan berlangganan gratis via RSS Feed, atau jika anda lebih suka berlangganan via email, anda bisa mendaftar di Sini.

8 komentar:

Aneka Tips said...
wow...tap sayangnya microsoft kurang memperhatikan para penggunanya :d
BudiTyas said...
Kok terdengar seperti suara hati pengguna produk bajakan :D

Kalau memang softwareya legal, tentu purna jualnyapun diperhatikan.
Zippy said...
Huahahha, ayoo saling bersaing...
Yang penting saingannya itu secara sehat...
2 raksasa itu rupanya ingin menarik sebanyak2'x para konsumen guna mendongkrak popularitasnya....
Bisnis Online said...
Gile yee Google, ini adu strategi antara team marketing
BudiTyas said...
Klo ini sih bukan lagi marketing, tapi adu visi leadernya. Sedalam apa persaingan kedua raksasa itu mungkin hanya mereka yang tahu.
hanum said...
I've got the invitation of Google Wave on November 25. Yay.. finally :D
ryan said...
kelebihan dari Google Wave dibandingkan dengan facebook apa ya? sepertinya di Indonesia Google Wave belum terlalu booming

oia jangan lupa mampir ke sini ya...
BudiTyas said...
Klo membandingkan g wave sama FB jadi kayak bandingin kompor sama kulkas. Fungsinya beda tapi sama2 bermanfaat.

Post a Comment

Untuk lebih mudah berkomentar, pilih opsi Name/Url. Anda tinggal isi nama saja, plus alamat situs jika anda punya blog/website. Ayo berbagi opini.

 
poside by budityas |n|e