Blogger Yang (Belum) Putus Asa

Awalnya dengar dari teman kalau ngeblog bisa dapat duit. Iseng - iseng deh ngeblog. Isinya kopas sana sini, yang penting blog ada isinya. Lalu mulai belajar SEO, belajar join di komunitas, blogwalking, dan seterusnya. Traffic mulai meningkat. Lumayanlah, tapi duit yang didapat belum seberapa. Nggak puas, bikin lagi blog dalam jumlah banyak. Kasih script pencetak duit. Copas copas copas... kelar. Setelah blog banyak, bingung ngurus, duit nggak ngumpul - ngumpul juga, akhirnya bosan. Akibatnya, blog nggak keurus bejibun banyaknya. Sub domain - sub domain blogger (blogspot) yang cukup 'imut' banyak yang dipakai tapi tidak diisi. Dunia blogger jadi penuh dengan blog sampah tak bertuan.

Saya sendiri adalah pengguna setia blogger blogspot, dan alhamdulillah belum putus asa buat ngeblog. Buktinya, saya terus saja memproduksi blog - blog sampah ^_^. Sampai saat ini, sudah ada seratus lebih subdomain yang saya daftarkan tapi tidak saya isi. Hoho,.. jadi kalau anda googling dan menemukan blog acak adul atau kosong melompong, protes saja sama saya. Mungkin saja itu milik saya.

Btw, seperti yang sudah saya bilang kemarin, kali ini berhubung masih weekend, mau tidak mau anda yang baca post ini juga harus berhadapan dengan salah satu kenarsisan saya. Puisi jadul. Silahkan dinikmati sembari ngupil biar tambah semangat...

Mentari,..aku kan mengejarmu
meski kau berlari, ke barat, ke tepi
aku kan tetap mengejarmu

meski hanya sinar temaram,
tetap kan kukejar
karena jika langkahku kencang,
kau tak kan pernah terbenam
kau kan kembali ke atas, ke timur
dan menerangi hariku


Hint : Kalau anda ada di ekuator, agar matahari bisa terbit dari barat, kecepatan anda harus di atas 1700 km/jam.
Jika anda tertarik dengan artikel – artikel di blog ini, silahkan berlangganan gratis via RSS Feed, atau jika anda lebih suka berlangganan via email, anda bisa mendaftar di Sini.

8 komentar:

mmursyidpw said...
Ndak perlu putus asa, pak. Yang penting setidaknya kita punya tempat buat ngeluarin uneg-uneg and tambah sedulur.
marsudiyanto said...
Jangan putus asa, selama masih banyak teman yang menunggu...
Hehe, saya pertama kali dapat uang dari ngeblog itu setelah satu tahun setengah dari pertama kali ngeblog. :P
Poside said...
Saya dapat uang dalam bentuk angka, .. belum pernah benar - benar merasakan uangnya. Saya sendiri udah nadzar klo uang yang saya dapat pertama kali dari ngeblog akan saya belikan cendol. Biar kerasa banyaknya, .. hehe. Maklum, yang pertama bisa cair kan dari kumpulblogger, cuman sepuluh rebu :D
Rumah Impian said...
saya 6 blog aja gak keurus semua, apalagi sampai seratus. sebaiknya fokus mencari niche/topik yang kira2 bakal bisa menghasilkan. kemudian diurus dgn serius. biar hanya punya satu blog, kalau benar2 serius diurusin pasti akan menghasilkan, dari pada banyak blog tapi gak keurus semua, malah bikin pusing.
Poside said...
Yah, memang pada akhirnya, ratusan blog itu tidak mungkin diurus semua, sekedar naluri impulsif saja saat menemukan topik baru yang menarik. Yah, akhirnya malah jadi kolektor sub domain deh. Dulu saya sering jengkel pas tertarik suatu nama subdomain, ternyata sudah dipakai orang tanpa diurus..., eh, sekarang saya malah ikut - ikutan. Serasa kayak bisnis parking subdomain jadinya, hehe. Yah, kali aja 10 tahun lagi sub domainpun bisa dijadikan uang. Siapa tahu?
Yep said...
Ho....ho...luar biasa....dah ada 100 an lebih sub domain ? Luar biasa :)
duniaputri said...
salah 1 :
saya nge-blog buat buang sampah. boro-boro mikir duit *percaya pada fatwa (hasil modifikasi) : bekerja di saat sempit, berkarya di saat lapang" hallaaaah..*
salah 2 :
saya muisi juga, tapi nyimpannya di Rumah Teman jadi kagag pake bikin blog baru sagala
salah 3 :
ada di pulau jawa sebelah mana tu salatiga? ^^ gariiing..
hint alias kata-kunci km bikin menarik. semacam melawan sesuatu yang cenderung dilakukan dalam keadaan alam bawah sadar..

Post a Comment

Untuk lebih mudah berkomentar, pilih opsi Name/Url. Anda tinggal isi nama saja, plus alamat situs jika anda punya blog/website. Ayo berbagi opini.

 
poside by budityas |n|e