Sekarang banyak yang berubah. Kuliah di PTN tidak lagi murah. Apalagi jika dosennya masih susah kasih nilai. Waduh, udah lama lulusnya, mahal lagi. Pahit. Jika dibanding dengan perguruan tinggi swasta, PTN jadi tidak semenarik dulu. Dalam dunia kerja, ijazah sekedar entrance card. Performa dan kontribusi menjadi hal yang lebih penting. Hasil psikotes dan wawancara akan memberikan gambaran yang lebih jelas dibanding ijazah dari Universitas ternama.
UGM, ITB, UI, ITS, dan yang lain, masihkah menjadi tujuan favorit calon mahasiswa baru? Saya kurang tahu. Dengan PTN sekarang yang jor - joran menjual 'tarif' masuk, apa nggak rugi besar jika saat keluar apa yang didapat tidak sepadan? Kalau sampai menganggur atau dapat pekerjaan dengan gaji setara SMA, kuliah yang butuh biaya dan waktu lama itu jadi sebuah pilihan yang tidak menarik lagi.
Disamping itu, dengan makin rajinnya iklan pemerintah mempromosikan SMK, nampaknya dogma "wajib belajar" ke pendidikan tinggi sedikit terpinggirkan, digantikan oleh pandangan baru yang lebih relevan dari sudut pandang kebutuhan bangsa, sekaligus kemampuan ekonomi kita. Kemandirian sejak awal, produktif sejak dini, melalui SMK. Waktu belajar dialihkan ke waktu untuk bekerja. Mungkin baru disadari akhir - akhir ini bahwa bangsa ini butuh lebih banyak orang yang bertindak, bukan berpendidikan tinggi. Yang berarti, lebih baik lulus SMK trus kerja daripada berlama - lama kuliah untuk akhirnya (mungkin) menganggur karena sarjana lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan.
Kemabali lagi, pilih mana? UGM, UI, ITB, ITS, Unpad? Silahkan berusaha, asal jangan memaksakan diri aja demi gengsi. Pertimbangkan semua aspek, termasuk isi kantong orang tua.
2 komentar:
Post a Comment
Untuk lebih mudah berkomentar, pilih opsi Name/Url. Anda tinggal isi nama saja, plus alamat situs jika anda punya blog/website. Ayo berbagi opini.